Burung Kenari (Serinus canaria) adalah salah satu burung peliharaan paling populer di dunia karena suara kicauannya yang merdu dan warna bulunya yang cerah.
Menariknya, nama “Kenari” tidak ada hubungannya dengan pohon kenari, melainkan diambil dari tempat asal aslinya, yaitu Kepulauan Canaria.
1. Apa Itu Burung Kenari?
Secara ilmiah, Kenari termasuk dalam keluarga Fringillidae (burung pipit/finch). Awalnya, kenari liar hanya berwarna kuning kehijauan kusam. Namun, setelah dijinakkan oleh manusia sejak abad ke-17, muncul berbagai variasi hasil rekayasa genetika dan persilangan, seperti:
-
Kenari Warna: Fokus pada keindahan warna (merah, putih, oranye).
-
Kenari Postur: Fokus pada bentuk tubuh (seperti jenis Yorkshire atau Frill).
-
Kenari Penyanyi: Fokus pada kualitas dan variasi kicauan (seperti jenis Waterslager atau Spanish Timbrado).
2. Habitat Asli Burung Kenari
Di alam liar, Kenari memiliki habitat yang cukup spesifik:
-
Lokasi Geografis: Mereka berasal dari kepulauan di Samudra Atlantik, tepatnya di Kepulauan Canaria, Azores, dan Madeira (wilayah Spanyol dan Portugal).
-
Lingkungan: Mereka menyukai area hutan terbuka, lembah pinus, hingga kebun-kebun di ketinggian dari permukaan laut hingga 1.500 meter.
-
Sarang: Di alam bebas, mereka membangun sarang di atas pohon atau semak belukar yang cukup tinggi agar terhindar dari predator.
-
Kelompok: Kenari liar adalah burung sosial. Mereka biasanya hidup dalam kelompok kecil dan mencari makan bersama-sama di atas tanah atau di antara rerumputan.
3. Kenari di Indonesia
Meskipun aslinya dari kepulauan Atlantik, Kenari sudah sangat beradaptasi dengan iklim Indonesia. Banyak peternak lokal yang berhasil mengembangkan varietas baru yang lebih tahan terhadap cuaca tropis, yang sering kita kenal dengan sebutan Kenari Lokal atau Kenari AF.
