Cucak Ijo

Burung Cucak Ijo (Chloropsis sonnerati) adalah salah satu primadona di kalangan pecinta burung kicau di Indonesia. Meskipun namanya “Cucak”, secara taksonomi ia sebenarnya bukan keluarga merbah (Pycnonotidae), melainkan termasuk dalam keluarga Chloropseidae (burung daun).

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai si “hijau” yang cerdas ini:


1. Karakteristik Umum

Cucak Ijo dikenal karena bulunya yang didominasi warna hijau terang yang menyerupai warna daun, menjadikannya ahli kamuflase di alam liar.

  • Si Peniru Ulung: Kelebihan utamanya adalah kemampuan merekam dan menirukan suara burung lain dengan sangat cepat dan fasih.

  • Identitas Jantan: Cara paling mudah membedakan jenis kelaminnya adalah melihat bagian dagu dan tenggorokan. Jantan dewasa memiliki warna hitam pekat (sering disebut “topeng”), sedangkan betina berwarna hijau atau kuning kusam.

  • Semi-Petarung: Burung ini memiliki mental petarung yang unik; ia akan bergaya “ngentrok” (menegakkan jambul dan menggetarkan sayap) saat melihat lawan atau merasa bersemangat.


2. Habitat Asli

Di alam liar, Cucak Ijo adalah penghuni hutan yang cukup pemalu.

  • Lokasi: Tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

  • Lingkungan: Mereka menyukai hutan hujan tropis, hutan sekunder, dan wilayah dengan tajuk pohon yang rapat. Mereka lebih sering menghabiskan waktu di dahan pohon yang tinggi untuk mencari makan atau bersembunyi dari predator.

  • Status Konservasi: Saat ini, Cucak Ijo masuk dalam daftar satwa yang dilindungi di Indonesia (Permen LHK No. P106/2018) karena populasinya yang menyusut akibat perburuan liar.


3. Makanan Kesukaan

Cucak Ijo adalah burung omnivora (pemakan segala), namun diet utamanya di alam adalah buah-buahan dan serangga kecil.

Buah-buahan (Sumber Energi Utama)

  • Pisang Kepok: Makanan wajib yang memberikan energi instan dan menjaga pencernaan.

  • Pepaya: Sangat baik untuk mendinginkan suhu tubuh dan melancarkan metabolisme.

  • Sawo & Apel: Sesekali diberikan sebagai variasi nutrisi.

Serangga (Extra Fooding/Protein)

  • Jangkrik: Sumber protein utama untuk memicu birahi dan semangat berkicau.

  • Ulat Hongkong: Biasanya diberikan dalam jumlah kecil untuk meningkatkan suhu tubuh atau stamina.

  • Kroto (Telur Semut): Sangat disukai untuk menjaga performa suara agar tetap jernih.


Catatan Penting: Karena statusnya yang dilindungi, memelihara Cucak Ijo kini memerlukan izin resmi atau harus berasal dari hasil tangkaran yang terdaftar (ring).

Apakah Anda berencana untuk merawat burung ini dan ingin tahu tips agar ia rajin berkicau ?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top